Informasi Viral Terbaru hari ini - Dunia Bergejolak! Rusia dan China Murka atas Serangan AS–Israel ke Iran

 Info Pojok Viral – Ketegangan geopolitik dunia kembali memanas. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Peristiwa ini langsung memicu gelombang kecaman keras dari Rusia dan China yang menilai aksi tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional dan ancaman serius bagi stabilitas global.



Presiden Rusia, Vladimir Putin, secara terbuka mengecam tindakan tersebut. Dalam pernyataannya, Putin menyebut serangan itu sebagai tindakan “sinis” yang melanggar norma moral dan hukum internasional. Ia juga mengirimkan surat belasungkawa kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, serta menyampaikan dukungan kepada keluarga dan rakyat Iran.

Tak hanya itu, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, diketahui langsung melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Moskow bahkan menyebut serangan tersebut sebagai langkah berbahaya yang berpotensi memicu bencana besar di kawasan Timur Tengah.

Hubungan Rusia dan Iran sendiri dalam beberapa tahun terakhir semakin erat, termasuk melalui perjanjian kemitraan strategis yang mencakup kerja sama militer. Situasi ini membuat respons Rusia menjadi sorotan dunia.

China: “Tidak Bisa Diterima!”

Kecaman serupa juga datang dari Beijing. Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menyebut serangan itu sebagai tindakan yang tidak dapat diterima, terlebih terjadi di tengah proses negosiasi. Ia menegaskan bahwa pembunuhan terhadap pemimpin negara berdaulat merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Media pemerintah China, Xinhua News Agency, bahkan menyebut serangan tersebut sebagai agresi terang-terangan yang melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Beijing pun mendesak penghentian segera aksi militer dan mengajak semua pihak kembali ke jalur dialog.

Dampak Meluas: Evakuasi hingga Penerbangan Terganggu

Eskalasi konflik ini tak hanya berdampak pada ranah diplomasi. Pemerintah China mengimbau warganya di Israel dan Iran untuk segera meninggalkan wilayah berisiko. Jalur darat menuju Azerbaijan, Armenia, Turki, dan Irak menjadi opsi evakuasi yang disarankan.

Sementara itu, maskapai asal Hong Kong, Cathay Group, menghentikan sementara operasional di sejumlah rute Timur Tengah, termasuk Dubai dan Riyadh. Sejumlah maskapai lain juga membatalkan atau mengalihkan penerbangan demi alasan keamanan.

Situasi ini menunjukkan bahwa konflik yang terjadi bukan hanya berdampak regional, tetapi juga berimbas pada mobilitas global dan stabilitas internasional. Dunia kini menunggu: apakah ketegangan ini akan mereda lewat diplomasi, atau justru berkembang menjadi krisis yang lebih luas?

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak