Perang Memanas! Qatar hingga Arab Saudi Hentikan Produksi Migas, Harga Minyak & Gas Melonjak

Info Pojok Viral – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah berdampak langsung pada sektor energi global. Sejumlah raksasa minyak dan gas (migas) di kawasan, termasuk Qatar dan Arab Saudi, mulai menghentikan sementara produksi di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Dilaporkan oleh Reuters pada Selasa (3/3/2026), langkah penghentian produksi ini memicu lonjakan tajam harga minyak dan gas dunia.



Qatar Hentikan Produksi LNG

Qatar menghentikan produksi gas alam cair (LNG) pada Senin, setelah terjadi serangan drone terhadap fasilitas energi strategis di negara tersebut.

Perusahaan energi nasional QatarEnergy menyatakan kondisi force majeure atau keadaan kahar pada pengiriman LNG menyusul serangan pesawat tak berawak yang menghantam kompleks Ras Laffan.

Kompleks Ras Laffan sendiri merupakan pusat pengolahan gas terbesar Qatar yang berfungsi mendinginkan gas alam menjadi bentuk cair (LNG) untuk kebutuhan ekspor melalui kapal.

Sebagai informasi, produksi LNG Qatar menyumbang sekitar 20% pasokan global dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan kebutuhan energi Asia dan Eropa. Sekitar 82% klien QatarEnergy berasal dari Asia.

Serangan Drone dan Dampaknya

Selain Ras Laffan, drone juga dilaporkan menghantam zona industri Mesaieed di selatan Qatar. Wilayah ini memang jauh dari ladang gas utama, namun menjadi pusat fasilitas petrokimia dan manufaktur penting.

Dampaknya langsung terasa di pasar energi global. Harga gas alam melonjak hingga 46% pada pukul 14.26 GMT setelah kabar penghentian produksi beredar.

Harga Minyak Tembus Level Tertinggi Sejak 2025

Tak hanya gas, harga minyak mentah dunia juga mengalami lonjakan signifikan. Harga minyak naik hingga 13% dan menembus level di atas US$ 82 per barel — tertinggi sejak Januari 2025.

Kenaikan ini dipicu kekhawatiran pasar atas potensi gangguan pasokan energi, terutama setelah konflik antara Iran dan Amerika Serikat menyebabkan penutupan Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi minyak dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati jalur strategis tersebut. Penutupan wilayah ini berpotensi mengganggu rantai pasok energi internasional secara besar-besaran.

Dampak Global Mulai Terasa

Penghentian produksi migas di Timur Tengah menjadi sinyal serius bagi pasar global. Negara-negara importir energi, khususnya di Asia dan Eropa, kini menghadapi potensi kenaikan harga energi dan tekanan inflasi.

Para analis memperkirakan volatilitas harga minyak dan gas akan terus berlanjut selama konflik belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Pantau terus perkembangan konflik Timur Tengah dan dampaknya terhadap ekonomi global hanya di Info Pojok Viral.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak