Info Pojok Viral – Selama ini banyak orang percaya bahwa anak-anak jauh lebih cepat dan lebih pintar dalam mempelajari bahasa asing dibandingkan orang dewasa. Tapi, benarkah usia menjadi penentu utama keberhasilan belajar bahasa?
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa usia memang berpengaruh, tetapi bukan satu-satunya faktor. Anak-anak dan orang dewasa sama-sama memiliki kelebihan masing-masing dalam proses belajar bahasa asing.
Usia Berpengaruh, Tapi Bukan Segalanya
Pakar bahasa dari Griffith University, Brisbane, Australia, Karen Stollznow, menjelaskan dalam bukunya bahwa usia bukanlah batas mutlak kemampuan seseorang dalam menguasai bahasa.
Pada periode sensitif, yakni usia 0–6 tahun, otak anak memang sangat reseptif terhadap hal-hal baru, termasuk bahasa. Anak-anak lebih peka terhadap pola bunyi dan fonetik, sehingga lebih mudah meniru aksen penutur asli.
Tak heran, anak yang tumbuh dalam lingkungan bilingual sering terdengar seperti penutur asli dalam dua bahasa sekaligus. Faktor aksen inilah yang sering menjadi pembeda mencolok antara mereka yang belajar bahasa sejak kecil dan saat dewasa.
Menurut laporan yang dikutip dari Phys.org, kemampuan anak dalam menyerap bunyi bahasa membuat mereka lebih fleksibel berpindah dari satu bahasa ke bahasa lain dibandingkan orang dewasa.
Kelebihan Orang Dewasa dalam Belajar Bahasa
Meski aksen alami lebih sulit dicapai, orang dewasa bukan berarti kalah dalam belajar bahasa asing.
Justru, orang dewasa memiliki sejumlah keunggulan, antara lain:
Kemampuan berpikir logis yang sudah matang
Pemahaman struktur dan pola bahasa yang lebih sistematis
Kemampuan membaca dan menulis yang sudah berkembang
Proses belajar yang lebih terencana dan sadar tujuan
Orang dewasa cenderung belajar dengan strategi. Mereka bisa memahami tata bahasa, menghafal kosakata, serta menyusun kalimat dengan lebih terstruktur. Bahkan, banyak orang dewasa yang mampu mencapai kelancaran tinggi meski dengan aksen yang berbeda.
Mengapa Anak-anak Lebih Percaya Diri?
Salah satu faktor besar dalam keberhasilan belajar bahasa adalah kepercayaan diri.
Anak-anak cenderung berbicara tanpa takut salah. Mereka tidak terlalu memikirkan penilaian orang lain. Justru karena tidak takut keliru, mereka lebih cepat berkembang.
Sebaliknya, orang dewasa sering merasa cemas atau malu jika salah pengucapan. Ketakutan ini bisa menjadi hambatan psikologis yang memperlambat proses belajar.
Penelitian menunjukkan bahwa semakin sering seseorang menggunakan bahasa asing dalam komunikasi nyata, semakin cepat pula kemampuannya berkembang. Kecemasan justru menjadi penghalang terbesar.
Faktor Motivasi dan Tujuan Belajar
Motivasi juga memainkan peran penting. Secara umum, orang belajar bahasa karena dua alasan:
Ketertarikan pribadi (hobi, budaya, pergaulan)
Kebutuhan praktis (pekerjaan, pendidikan, tuntutan karier)
Orang yang belajar karena minat biasanya lebih konsisten dan menikmati prosesnya. Selain itu, ada juga individu yang memang memiliki bakat bahasa, sehingga lebih mudah mengenali pola bunyi dan struktur.
Namun, bakat bukanlah penentu utama. Konsistensi dan motivasi tetap menjadi kunci keberhasilan.
Jadi, Mana Lebih Efektif?
Jawabannya: keduanya efektif.
Belajar bahasa asing bukanlah perlombaan siapa yang paling cepat atau paling sempurna. Ini adalah proses pencapaian pribadi yang sangat dipengaruhi oleh usaha, motivasi, dan konsistensi.
Jadi, berapa pun usia Anda sekarang, tidak ada kata terlambat untuk mulai belajar bahasa baru.
Ikuti terus ulasan menarik dan informatif lainnya hanya di Info Pojok Viral! 🌍✨